Bahasa
Perbedaan Antara Vaksin Live dan Kill
Vaksin Unggas
09 September 2020

Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh hewan untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pada saat hewan yang sudah divaksinasi terpapar virus dikemudian hari maka tubuhnya akan membentuk antibodi dengan cepat untuk melawan virus tersebut.  Berdasarkan sifat hidup agen infeksi yang terkandung di dalamnya, vaksin dibedakan menjadi dua yaitu vaksin aktif (Live) dan vaksin inaktif (killed).

Vaksin aktif (live vaccine)

Merupakan vaksin yang mengandung virus hidup yang dilemahkan keganasannya. Vaksin ini berfungsi untuk menggertak pembentukan kekebalan yang bersifat lokal di permukaan mukosa dengan penyerapan lebih cepat. Vaksin aktif berbentuk kering beku dan  harus dilarutkan dengan pelarut tertentu (diluent). Contoh vaksin aktif dari PT. Sanbio Laboratories diantaranya adalah Sanavac ND LS, Sanavac ND Clone, Sanavac Clone/H120, Sanavac B1/H120, Sanavac LS/H52, Sanavac Gumboro, Sanavac Gumboro Plus dan Sanavac LS/H120.

Aplikasi vaksin aktif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain secara oral (tetes mulut/mata, air minum/drinking water), tusuk sayap, in ovo dan spray.

Vaksin aktif tersebut memiliki keuntungan diantaranya :

  • Menginduksi titer antibodi sistemik secara cepat
  • Merangsang pembentukan sistem imun secara luas termasuk respon sel T dan respon mukosa IgA (selular dan humoral)

Akan tetapi vaksin aktif, juga memiliki kelemahan diantaranya :

  • Tidak dapat dilakukan pada hewan yang masih memiliki antibodi maternal (Mab)
  • Vaksin aktif harus disimpan pada suhu rendah yaitu 2 – 8° C untuk menjaga potensi vaksin
  • Kesalahan dalam menyimpan atau memindahkan tempat dapat membunuh mikroorganisme hidup pada vaksin
  • Perubahan suhu yang terlalu mendadak dan tinggi, sinar matahari dan ultraviolet, atau radiasi juga dapat mematikan mikroorganisme hidup (virus atau bakteri) dalam vaksin serta dapat menurunkan potensi vaksin
  • Memiliki durasi imunitas yang lebih pendek dibandingkan vaksin inaktif

Vaksin inaktif (Killed vaccine)

Merupakan jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dimatikan dengan suhu panas, radiasi, atau bahan kimia. Proses ini membuat virus tetap utuh, namun tidak mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Vaksin ini tidak menyebabkan penyakit di dalam tubuh hewan yang divaksinasi, namun masih bersifat imunogenik/mampu menggertak/merangsang pembentukan antibodi.

Vaksin inaktif berbentuk emulsi cair serta mengandung antigen dan oil adjuvant (pelarut) untuk perpanjangan durasi immunitasnya. Contoh vaksin inaktif produk dari PT Sanbio Laboratories diantaranya adalah vaksin Sanavac ND K, Sanavac AI, Sanavac ND AI, Sanavac AI Plus, Sanavac ND AI Plus, Sanavac ND IB K, Sanavac ND IB EDS K, Sanavac ND G7, Sanavac ND EDS K, dan Sanavac ND G7 AI Plus.

Aplikasi vaksin inaktif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu secara injeksi intra muskular (IM) atau injeksi sub kutan (SC).

Vaksin inaktif tersebut  memiliki keuntungan :

  • Tingkat protektifitas yang baik. Setelah diaplikasikan ke tubuh hewan maka vaksin akan dilepas perlahan-lahan sehingga titer antibodi akan bertahan lebih lama dibandingkan vaksin aktif.
  • Aman karena tidak memiliki resiko menjadi patogen dan setiap produk vaksin telah dilakukan uji oleh Quality Control dan juga dilakukan monitoring dan efektivitas penggunaan vaksin di lapangan
  • Stres pada ayam lebih rendah karena terdapat vaksin yang dikombinasi sehingga jadwal vaksinasi yang berdekatan bisa dilakukan dengan satu kali pemberian. Contoh vaksin kombinasi dengan lebih dari 1 mikororganisme dalam satu sediaan vaksin tersebut antara lain Sanavac ND AI Plus, Sanavac ND IB K, Sanavac ND IB EDS K, Sanavac ND EDS dan Sanavac ND G7 AI Plus.

Vaksin inaktif tersebut  memiliki kelemahan :

  • Rangsangan imunitas seluler dan mukosa kurang karena perlu waktu yang lebih lama untuk menaikkan kekebalan tubuh, yaitu sekitar 2 minggu setelah diaplikasikan.
  • Tidak boleh disimpan pada suhu < 2 ºC karena akan merusak emulsi
  • Penyimpanan harus pada suhu 2-8 ºC