Bahasa
Penyakit Pernafasan Pada Unggas
Penyakit Pernafasan
04 March 2021

Penyakit pernafasan seakan menjadi tantangan yang pasti dialami oleh setiap peternak ayam di Indonesia. Masalahnya, penyakit pernafasan pada ayam seringkali memberi dampak kerugian ekonomi yang cukup besar pada peternak. Mengapa masalah penyakit pernafasan pada ayam sering terjadi pada peternak Indonesia?

Hal ini tentunya tidak terlepas dari kondisi lingkungan peternakan dan juga sistem saluran pernafasan ayam. Indonesia yang memiliki 2 musim memberikan tantangan tersendiri bagi lingkungan peternakan, terutama pada musim pancaroba. Aliran udara dan kualitas udara yang kurang sehat akan sangat mempengaruhi kesehatan organ pernafasan ayam. Organ pernafasan ayam cukup sederhana yang terdiri dari hidung, sinus, trakea, paru-paru, dan kantong udara. Paru-paru ayam dapat dikatakan kurang elastis dibandingkan paru-paru mamalia sehingga pertukaran udara dibantu dengan adanya kantung udara. Apabila aliran udara baik dan kualitas udara baik maka organ pernafasan ini akan bekerja dengan baik. Walaupun demikian apabila kualitas udara menurun, misalnya karena adanya amonia tinggi dan karbondioksida tinggi, maka akan merusak silia di rongga hidung ayam. Hal ini akan mengganggu penyaringan udara dari agen-agen infeksi yang masuk melalui saluran pernafasan. Resiko infeksi penyakit semakin tinggi mengingat rongga hidung berhubungan langsung dengan alveoli serta kantung udara (tempat pertukaran udara) hanya memiliki sedikit pembuluh darah, artinya sel fagosit di kantung udara juga terbatas.

Penyakit-penyakit infeksius yang sering menyerang organ pernafasan ayam adalah Newcastle Disease, Avian Influenza, Infectious Bronchitis, Fowl Pox, Infectious Laryngotracheitis, Infectious Coryza, Chronic Respiratory Disease, dan Aspergillosis. Pengaruh penyakit ini pada ayam tampak pada tabel 1.

Tabel 1. Pengaruh berbagai agen infeksius pada saluran pernafasan

No

Nama Penyakit

Pengaruh pada saluran pernafasan

1

Newcastle Disease

Penyakit ini (terutama tipe velogenik) dapat menyebabkan kematian tinggi hingga 80% dengan gejala berupa hoarse chirp pada ayam kecil, leleran dari nostril, kesulitan bernafas, paralisis, dan tortikolis. Penyakit ini juga dapat mempengaruhi produksi telur

2

Avian Influenza

Penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan ini  dapat dibagi menjadi Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) dan High Pathogenic Avian Influenza (HPAI). Pada kasus HPAI, kematian tinggi dapat terjadi hingga 100% sedangkan kasus LPAI dapat menurunkan produksi 20-60%

3

Infectious Bronchitis

Pada unggas muda penyakit ini menyebabkan leleran berair dari mata dan nostril, serta kesulitan bernafas. Suara nafas abnormal lebih menonjol terdengar di malam hari. Pada unggas yang telah bertelur, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi.

4

Fowl Pox

Fowl pox bentuk basah menimbulkan lesi pox di mulut, faring, laring, dan trakea sehingga menutup saluran pernafasan bagian atas. Hal ini dapat menimbulkan kematian

5

Infectious Laryngotracheitis

Virus ILT menyebabkan gejala berupa mata berair, kesulitan bernafas, batuk, bersin, dan gerakan ‘menarik leher’ untuk membantu pernapasan

6

Infectious Coryza

Penyakit bacterial ini menyebabkan pembengkakan di sekitar wajah, leleran lengket dari nostril dan mata, kesulitan bernafas, dan munculnya suara bernafas abnormal

7

Chronic Respiratory Disease

Penyakit ini dapat menyebabkan leleran serous kental dari nostril, eksudat foamy di mata, dan pembengkakan sinus. Air sac dapat terinfeksi dan menyebabkan bersin dan suara bernafas abnormal

8

Aspergillosis

Pada unggas muda penyakit ini bersifat akut sedangkan pada unggas dewasa bersifat kronis. Aspergillosis menyebabkan gangguan pernafasan, pada unggas muda dapat menyebabkan kesulitan bernafas, penurunan nafsu makan, serta paralisis dan konvulsi akibat fungal toxin.

Pencegahan penyakit pernafasan pada unggas yang disebabkan oleh virus dapat dilakukan salah satunya dengan vaksinasi. Virus vaksin yang telah dilemahkan atau dimatikan akan menginduksi kekebalan tubuh ayam untuk melindungi terhadap tantangan virus lapang. Oleh karena itu, semakin homolog virus dalam vaksin dengan virus lapang maka protektivitas yang dihasilkan oleh antibodi akan semakin optimal. Beberapa vaksin yang telah diproduksi oleh PT. Sanbio Laboratories untuk mencegah penyakit pernafasan adalah vaksin Sanavac AI, Sanavac ND AI, Sanavac AI Plus, Sanavac ND AI Plus, Sanavac ND G7 AI Plus, Sanavac ND G7 AI Plus H9 dan Sanavac ND IB K. Vaksin-vaksin ini diformulasikan untuk memiliki efikasi tinggi terhadap tantangan virus lapang yang menyerang unggas.

Keberhasilan pencegahan penyakit pernafasan juga tidak dapat terlepas dari faktor lain seperti kondisi fisik ayam dan juga manajemen pemeliharaan ayam. Manajemen pemeliharaan yang mendukung kesehatan organ pernafasan ayam memiliki peran yang sangat besar terhadap pencegahan penyakit pernafasan. Misalnya saja untuk mencegah terjadinya kerusakan silia di saluran pernafasan atas unggas, berarti faktor-faktor yang merusak silia seperti kadar amonia dan karbon dioksida yang tinggi harus dikontrol. Penyebab kadar amonia dan karbon dioksida yang tinggi seperti penumpukan kotoran unggas yang basah, populasi unggas yang lebih dari kapasitas kandang, ventilasi udara yang kurang mendukung kenyamanan unggas, dan juga litter yang tidak pernah dibalik atau diganti harus dihilangkan. Prinsip-prinsip biosekuriti dengan sanitasi, kontrol lalu lintas, dan isolasi juga akan sangat mendukung pencegahan penyakit pernafasan pada unggas karena biosekuriti akan berusaha membatasi kontak antara agen infeksi dengan hospesnya. Proses desinfeksi yang dilakukan dalam biosekuriti juga berperan penting dalam mengurangi populasi bakteri yang ada di kandang unggas sehingga penyakit bakterial di saluran nafas dapat dikurangi. Dengan kontrol yang dilakukan terhadap faktor pendukung terjadinya penyakit pernafasan dan juga vaksinasi, organ pernafasan unggas akan lebih sehat dan penyakit pernafasan akan lebih rendah prevalensinya.

ADV : AKI