Bahasa
Imunostimulator Sebagai Penunjang Peningkatan Respon Imun Ayam Pasca Vaksinasi
Peningkatan Respon Imun Ayam
15 September 2021

Seiring dengan berkembangnya pemahaman mengenai respon imun tubuh dalam menghadapi infeksi maupun penyakit lainnya, makin berkembang pula penelitian mengenai komponen-komponen yang mempengaruhi respon imun tersebut. Komponen-komponen yang dapat memodulasi sistem imun tubuh dikenal sebagai imunomodulator. Terdapat tiga jenis imunomodulator yaitu imunostimulan yang berperan dalam peningkatan fungsi dan aktivitas sistem imun, immunoregulator yang berperan untuk mengatur sistem imun dan imunosupresor yang memiliki peran menekan sistem imun. 

Kebanyakan tanaman herbal yang telah diteliti membuktikan adanya kerja imunostimulator, sedangkan untuk imunosupresor masih jarang dijumpai. Telah terdapat pemakaian tanaman herbal sebagai imunostimulator dengan maksud menekan atau mengurangi infeksi virus dan bakteri intraseluler, untuk mengatasi imunodefisiensi atau sebagai perangsang pertumbuhan sel-sel pertahanan tubuh dalam sistem imunitas.

Mekanisme umum dari imunostimulan yaitu memperbaiki ketidakseimbangan sistem imun dengan cara meningkatkan imunitas baik imunitas selular ataupun imunitas humoral. Secara umum sel-sel yang terlibat dalam sistem imun adalah sel T dan Sel B yang masing-masing dihasilkan oleh timus dan sumsum tulang belakang. Pada proses perkembangan sel-sel tersebut dapat dilakukan stimulasi dengan suatu imunostimulan.

Imunostimulan dari tanaman herbal yang sudah diketahui memiliki aktivitas membantu sistem imun pada unggas diantaranya adalah Aloe vera (lidah buaya), Panax ginseng (ginseng), Zingiber officinale (jahe), dan lainnya. Pada daun lidah buaya terdapat bahan kimia dari golongan polisakarida yang dan menstimulasi sitokine dan mengaktifkan limfosit. Sedangkan bagian dari tanaman ginseng yang memiliki aktivitas imunostimulan dapat diambil dari daun dan akar. Pada daun tanaman ginseng terdapat saponin yang mampu menstimulasi aktivitas dari IL-6 dan meningkatkan kinerja dari makrofag, sedang pada akar terdapat acidic dan golongan polisakarida yang mampu menstimulasi IL-1, IL-12, TNF-α dan INF-?. Adapun tanaman jahe pada bagian rizoma memiliki metabolite sekunder dari golongan flavonoid yang mampu menstimulasi TNF-α, IL-1, dan IL-6. Peningkatan aktivitas sitokine, makrofag, ataupun IL secara tidak langsung dapat membantu peningkatan aktivitas pembentukan antibody karena memiliki jalur tersendiri dalam pemaparan antigen sehingga dapat merangsang peningkatan kerja sel T dan sel B.

Selain imunostimulator yang diperoleh dari ekstrak tanaman herbal, imunostimulator juga sudah terdapat dalam bentuk lain seperti β-glukan, peptidoglikan, lipopolisakarida, bakterin, lektin, dan vitamin. Vitamin E sebagai salah satu dari jenis imunostimulator ini sudah diteliti pengaruhnya pada sistem imun dengan baik. Vitamin E meningkatkan imunitas humoral pada ayam. Vitamin E juga meningkatkan fagositosis dengan mengatur kapasitas perbanyakan diri dari sel B dan Sel T, makrofag, sel dendritik dan sel plasma. Berdasarkan penelitian oleh Ali et al., (2007) yang sudah diterbitkan di jurnal veteriner  mengemukakan bahwa penggunaan bersama Vitamin E dan vaksin dapat meningkatkan titer hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan yang tanpa vitamin E.