Bahasa
Biosafety dan Biosecurity Laboratorium
Laboratorium
01 December 2020

Istilah biosafety dan biosecurity banyak dipakai dalam dunia kesehatan hewan dan peternakan, keduanya saling terkait dalam menjamin keamanan dari bahaya biologis. Pada industri hewan istilah biosafety dan biosecurity berhubungan dengan perlindungan terhadap hewan dari kontaminasi mikroba.

Secara definisi, biosecurity dapat diartikan sebagai tindakan perlindungan, pengendalian dan akuntabilitas mikroorganisme berbahaya yang berada di dalam laboratorium atau sebuah bahan kimia/biologis terhadap penyalahgunaan bahan/mikroorganisme berbahaya tersebut. Biosecurity juga dapat diartikan sebagai usaha untuk menjaga suatu daerah dari masuknya agen penyakit, menjaga tersebarnya agen penyakit dari daerah tertentu, dan menjaga agar suatu penyakit tidak menyebar di dalam daerah tersebut.

Beda dengan biosecurity, istilah biosafety merupakan usaha yang dilakukan untuk melindungi manusia dan lingkungan dari unsur-unsur yang berasal dari bahan biologis. Biosafety bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan terpaparnya (exposure) dari suatu individu atau lingkungan terhadap agen biologik berbahaya. Hal ini dicapai dengan menerapkan berbagai macam tingkat kontrol laboratorium dan ruangan (containment) melalui desain laboratorium dan pembatasan akses, peningkatan kemampuan dan training, penggunaan peralatan containment serta metode yang aman untuk menangani bahan infeksius dalam lingkup laboratorium.

Guna pelaksanaan biosafety dan biosecurity yang maksimal, ada pula pengelompokan level keselamatan biologi (Biosafety level/BSL). Biosafety level adalah level atau tingkatan keselamatan yang diperlukan untuk penanganan agen biologi. Terdapat empat Biosafety Level (BSL) yaitu BSL-1, BSL-2, BSL-3, dan BSL-4. Keempatnya memiliki spesifikasi dan tingkat resiko yang berbeda-beda.

BSL-1 merupakan laboratorium untuk menguji agen penyebab penyakit yang kurang membahayakan kesehatan manusia dan mampu meminimalisir segala potensi bahaya terhadap personel laboratorium serta lingkungannya. BSL-2 merupakan laboratorium untuk menguji agen penyakit yang cukup berpotensi membahayakan petugas laboratorium dan lingkungannya. BSL-3 yaitu laboratorium untuk menguji agen penyakit menular yang berpotensi serius membahayakan dan atau dapat menyebabkan kematian petugas laboratorium akibat terpapar agen penyakit menular berbahaya melalui hirupan udara (inhalasi). BSL-4 yaitu laboratorium untuk menguji dengan agen penyakit menular berbahaya dan penyakit exotic yang mempunyai risiko setiap individu tertular melalui hirupan udara dalam laboratorium yang telah tercemari agen penyakit penyakit berbahaya dan dapat mengancam keselamatan hidup.

Pt. Sanbio Laboratories sebagai produsen vaksin unggas yang memproduksi vaksin live dan vaksin kill (http://www.sanbiolabs.com/product) tentunya didukung oleh fasilitas modern sebagai wujud komitmen dalam memproduksi vaksin terbaik. Penerapan biosafety sudah sampai pada level 3 (BSL 3) digunakan untuk mendukung produksi vaksin yang membutuhkan keamanan lebih baik untuk keamanan produk, pekerja dan lingkungannya.